Langsung ke konten utama

Flat Shoes Sepatu Masa Depan

Selain nyaman Flat shoes juga aman bagi kesehatan


Flat shoes atau sepatu flat memang sangat nyaman digunakan, karena itulah sepatu hak datar ini menjadi favorit para wanita dari berbagai golongan usia. Sehingga setiap hari kita akan selalu bisa berpapasan dengan wanita yang menggunakan sepatu flat, entah mereka menggunakannya sesuai dengan fungsinya sebagai alas kaki, atau menjadi bagian dari perangkat fashion wanita.


Kelebihan sepatu flat selain kenyamanannya, juga keamanan bagi pemakainya dibandingkan dengan sepatu hak tinggi atau high heels. Anggapan bahwa jenis dan model sepatu ini kurang fashioned adalah anggapan masa lalu dari mereka yang kurang mencermati perkembangan dunia fashion. Kini sepatu flat yang juga dikenal dengan sebutan flat shoes memiliki penamplan yang sama sekali berbeda dengan beberapa tahun silam.


Dengan dukungan terknologi komputer kini sepatu flat dapat dirancang secara cepat dengan aplikasi yang tidak terbatas. Beragam jenis material baru hasil teknologi modern juga memberikan kontribusi dalam menghadirkan sepatu flat berbagai model dan penampilan yang fashioned. Sehingga kini sepatu flat bisa hadir dengan berbagai pilihan.

Flat shoes sepatu masa depan
Flat shoes eksklusif hasil desainer kelas dunia, Dolce & Gabbana dan Gucci.

Para remaja yang lebih suka berpenampilan chic dan kasual dapat memilih sepatu flat yang didesain dengan berbagai motif yang bernuansa kontemporer dan sedang trend. Beragam motif dan warna sepatu flat tersebut dapat dipadukan dengan model busana untuk memperoleh efek penampilan yang maksimal. Sepatu flat model ini biasanya juga dibuat dari bahan-bahan yang bersifat kasual, seperti kain kanvas atau jeans.

Kehadiran sepatu flat Korean style dalam dunia fashion yang menghadirkan kombinasi beragam warna yang sebelumnya tak terpikirkan oleh para desainer membuat pilihan sepatu flat bertambah banyak. Sepatu hak datar gaya Korea ini menjadi trend di kalangan remaja yang suka tampil berbeda. Dari segi konstruksi, stylenya justru lebih berorientasi pada model konvensional.

Sentuhan baru yang membuatnya berbeda dengan sepatu flat konvensional adalah tambahan asessories dan pilihan warna-warna yang mencolok. Tak pelak, karena memiliki pasar potensial, maka para pembuat sepatu lokal yang terinspirasi oleh Korean style ini juga mendisain dan mengaplikasikannya dengan berbagai model. Akibatnya pasar sepatu flat semakin luas dan berkembang menjadi beragam segmen.

Sedangkan para wanita dewasa yang membutuhkannya untuk tampil dalam kesempatan yang bersifat resmi dapat memilih sepatu flat yang didesain dengan style pointed toe atau berujung runcing. Bahannya pun dipilih dari kulit asli yang membuat sepatu flat ini menjadi lebih fashioned sehingga memberikan efek penampilan yang elegan bagi pemakainya. Sekilas penampilannya tidak berbeda dengan low heels.

Jenis dan model sepatu yang memiliki beberapa kelebihan


Faktor kenyamanan dan keamanan yang menjadi kelebihan sepatu flat mampu membuatnya untuk tetap memiliki pasar dan bertahan sejak jaman prasejarah hingga di abad 21. Hal ini sangat bertolak belakang jika dibandingkan dengan sepatu hak tinggi atau high heels, terutama model stiletto atau cone high heels dengan heels tinggi dan kecil yang membuat pemakainya harus bisa mengendalikan keseimbangan sekaligus menahan rasa sakit.

Meskipun sepatu high heels mampu memberikan efek elegan dan sekaligus seksi bagi penggunanya, sehingga menjadi sepatu yang wajib dimiliki oleh wanita. Tetapi high heels tidak bisa dipakai dalam semua kesempatan. Ada kalanya wanita memerlukan kesempatan untuk bersantai dan tidak dituntut berpenampilan secara resmi, maka sepatu flat akan menjadi pilihan favorit.

Typikal bentuk flat shoes yang memberikan ruang luas untuk bagian punggung kaki mengakibatkan sirkulasi udara menjadi lancar, keringat pada telapak dan sela-sela jari kaki juga menjadi berkurang. Bahkan pengguna sepatu flat yang dibuat dari bahan kanvas atau kain jeans yang memiliki pori-pori besar seringkali tidak pernah berkeringat. Kondisi ini membuat sepatu flat tidak mudah berbau dan sulit ditumbuhi jamur.

Karena konstruksinya yang sederhana itu pula membuat perawatan sepatu wanita hak datar ini menjadi lebih mudah. Jika membutuhkan semir, maka hanya dibutuhkan sedikit. Sedangkan flat shoes yang terbuat dari kain kanvas atau jeans bisa dibersihkan secara total dengan cara dicuci dan disabun seperti layaknya mencuci pakaian, kemudian digantungkan di tiang jemuran.

Sepatu flat berbahan kain kanvas atau jeans lebih mudah dibersihkan, tinggal dicuci dan dijemur.

Flat shoes pada umumnya memiliki bobot yang ringan, meskipun terbuat dari kulit dan memiliki hak maksimal setinggi 3,5 Cm masih terhitung ringan jika dibandingkan dengan sepatu model lain dengan bahan yang sama. Hal ini karena konstruksi flat shoes membutuhkan bahan yang minim, efeknya membuat pengguna merasa lebih bebas dan nyaman untuk melakukan berbagai gerakan. Kenyamanan ini tidak bisa diperoleh jika memakai sepatu model lain.

Minimnya kebutuhan material itu juga berimbas pada rendahnya biaya untuk memproduksi sepatu flat. Dalam hal ini tentu saja tidak bisa dibandingkan misalnya dengan flat shoes buatan Gucci atau sepatu flat buatan Italia yang dilabeli merk Miu-Miu. Karena meskipun bahan dan kualitasnya sama yang membuat mahal adalah brand yang sudah mendunia dan dibangun selama bertahun-tahun.

Salah satu kreasi flat shoes legendaris dari Gucci adalah model loafers yang dikenal dengan nama Horsebit Loafers. Sepatu flat yang dirilis pada tahun 1953 dan terus populer ini memiliki asesori berupa sanggurdi atau pijakan kaki pada pelana kuda, di bagian depannya. Di dunia fashion, assesori tersebut menjadi simbol Gucci yang diadopsi dari masa jaya Gucci Guccio pada 1921 dimana sebelumnya rumah mode tersebut memproduksi pelana dan perlengkapan untuk berkuda.

Flat shoes buatan Prada dan Gucci dipajang dalam tata ruang artistik dan dikemas eksklusif.

Sedangkan flat shoes keluaran Rumah Mode Prada berlabel Miu-Miu adalah hasil desain Miuccia Prada. Merk tersebut sudah diperkenalkan sejak tahun 1992 dan merupakan kependekan dari nama Miuccia yang tak lain adalah cucu dan pewaris Mario Prada. Sang kakek merintis rumah mode tersebut pada tahun 1913  di Milan, Italia.

Salah satu rumah mode yang memiliki kontribusi dalam mematahkan mitos bahwa sepatu hak datar ini identik dengan sepatu model kuno adalah milik Domenico Dolce dan Stefano Gabbana yang lebih populer dengan brand Dolce & Gabbana.  Flat shoes hasil desainer asal Italia ini hadir sebagai perangkat fashion yang estetik sekaligus eksklusif.  Umumnya flat shoes yang berlabel Dolce & Gabbana memiliki pesona yang sulit diabaikan olah para penyuka fashion.

Tak hanya Gucci dan Prada yang memproduksi flat shoes, tetapi semua disainer dan rumah mode terkemuka selalu menampilkan sepatu hak datar itu dengan desain-desain baru. Masing-masing memiliki flat shoes andalan dengan ciri-ciri berbeda yang selalu ditampilkan sejajar dengan model sepatu high heels dalam fashion weeks yang diselenggarakan dua kali setiap tahun menjelang dimasukinya musim gugur dan musim semi.

Flat shoes dalam berbagai model 


Anggapan bahwa flat shoes bukan sepatu fashion biasanya karena diasosiasikan dengan sepatu teplek, yakni sepatu hak datar yang pernah populer karena dipakai oleh Bruce Lee dalam salah satu film kungfu yang terkenal “Enter The Dragon”. Dalam film yang berlatarbelakang budaya China tersebut, para petarung KungFu rata-rata menggunakan flat shoes yang sama sekali tanpa hak, berbahan beludru kasar warna hitam.

Jenis “sepatu Bruce Lee” yang sempat ikut populer di era 1970-an ini memang nyaman digunakan untuk berbagai kegiatan. Persis seperti yang ditampilkan dalam film-film KungFu, flat shoes tersebut tidak hanya digunakan untuk bersilat, tetapi juga untuk berlari, melompat dari atap rumah bahkan dalam beberapa adegan digunakan untuk menendang dinding hingga roboh.

Selain itu, desain sepatu flat pada umumnya memang tidak pernah diaplikasi secara kreatif. Flat shoes selalu dikonotasikan sebagai sepatu tanpa hak sama sekali dengan ujung berbentuk bulat. Jika dilakukan sentuhan baru, perubahannya hanya terjadi pada bahan yang dipakai serta warna yang berbeda, paling jauh ditambah sedikit asesoris, yang justru malah menimbulkan kesan norak.

Padahal flat shoes sesuai dengan artinya sebagai sepatu tanpa hak pada prinsipnya dicirikan pada konstruksi solnya yang rata. Bagian upper tidak harus selalu seperti sepatu ala KungFu, tetapi bisa diaplikasi dengan model boots, lace up atau bertali ala gladiator, sling back, ankle strap dan lain-lain. Konotasi yang salah itu membuat kehadiran flat shoes cenderung disisihkan. Tetapi ironisnya selalu dibutuhkan.

Flat shoes sepatu masa depan
Flat shoes lokal, dijajakan di trotoar mampu memikat pengguna jalan.

Hasil penelitian yang dilakukan dunia medis dalam beberapa tahun terakhir menyimpulkan bahwa ternyata sepatu hak datar juga beresiko mengganggu kesehatan kaki jika digunakan secara terus menerus. Meski tak seekstrim high heels, penggunaan flat shoes dalam jangka panjang dapat menyebabkan nyeri  pinggul, nyeri tumit bahkan keretakan pada tulang kaki.

Gangguan kesehatan kaki tersebut disebabkan tidak terdapatnya “bantalan” pada bagian tumit flat shoes yang rata dengan lantai, sehingga tidak memiliki peredam di saat kaki menginjak lantai dengan membawa beban berat tubuh penggunanya. Gejala paling ringan bisa diketahui dengan tumit yang pecah-pecah akibat terus menerus harus menahan beban.

Selain itu dampak buruk penggunaan sepatu hak datar secara terus-menerus dalam jangka waktu lama juga bisa memicu terjadinya pengapuran pada tulang tumit. Gangguan akibat pengapuran tulang tersebut biasanya baru akan dirasakan setelah menginjak usia lebih dari 40 tahun, yakni timbul rasa nyeri jika berjalan jauh menggunakan flat shoes.

Solusi untuk mencegah kemungkinan terjadinya gangguan kesehatan kaki akibat menggunakan sepatu flat secara terus menerus adalah menambahkan hak, baik secara terpisah atau dalam sol tunggal. Sehingga dengan bagian tumit yang lebih tinggi, maka beban berat tubuh dapat terdistribusikan secara merata mulai dari tumit sampai ujung jari kaki.

Flat shoes sepatu masa depan
Rachel Bilson tampil modis meskipun hanya memakai sepatu flat biasa.

Kontribusi dunia medis tersebut menjadi koreksi bagi definisi sepatu hak datar. Jika semula definisi dan pengertiannya adalah sepatu tanpa hak sama sekali, kini definisinya adalah sepatu dengan hak di bawah 3,5 Cm. Pasalnya, ukuran tinggi hak sepatu wanita diatas 3,5 Cm sudah masuk dalam kategori high heels. Seperti diketahui, definisi high heels sendiri terbagi dalam 3 kategori : dari 3,5 sampai 6,35 Cm adalah Low Heels atau sepatu hak rendah, dari 6,35 Cm sampai 8,89 Cm adalah Mid Heels atau sepatu hak sedang, dari 8,89 Cm ke atas disebut High Heels atau sepatu hak tinggi.

Flat shoes sepatu masa depan
Penampilan stylish dan modis para pengguna flat shoes

Dengan definisinya yang baru dan aplikasi disain yang beragam, maka flat shoes untuk paska 2015 menjadi jenis dan model sepatu yang paling sempurna. Kelebihan flat shoes dalam aspek keamanan dan kenyamanan, kini bertambah dengan aspek kesehatan sekaligus aspek fashion. Karena itu flat shoes memiliki kemungkinan yang lebih luas untuk tampil dalam berbagai aplikasi yang mendekati sepatu low heels.


Tags : flat-shoes



Artikel terkait : "Flat Shoes Sepatu Masa Depan"
Sepatu Flat Masih Jadi Pilihan Wanita
Sepatu Flat Mendominasi Kaki Wanita
Flat Shoes 2015 Masih Modis

Pemakaian Sepatu Flat Shoes untuk Wanita
Trend Sepatu Flat Bertali ?
Inilah Untungnya Memilih Sepatu Flat Hitam
Begini Cara Mengatasi Sepatu Flat Berbau Tak Sedap

Referensi dan foto artikel “Flat Shoes Sepatu Masa Depan” :
01. Ballet flat - Wikipedia
02. www.telegraph. co.uk
03. Womenswear Sicilian Folk Accessories, Dolce & Gabbana
04. Makasar News
05. Flat Sandals Trend Miu Miu

Postingan populer dari blog ini

Begini Cara Mengatasinya Jika Dari Sepatu Flat Tercium Bau Tak Sedap

Secara teoretis jarang sepatu flat berbau tak sedap, tetapi dalam beberapa kasus bisa saja terjadi
Sepatu flat berbau tak sedap sebenarnya jarang terjadi apabila menjadi salah satu koleksi wanita yang menyukai fashion. Alasannya, para wanita ini sangat memperhatikan penampilan mereka, karena itu kebersihan seluruh bagian kaki sampai pada sandal dan sepatu pun akan selalu terjaga dengan baik. Perilaku tersebut meminimalisir kemungkinan terakumulasinya keringat dan kotoran yang kemudian bereaksi terhadap bakteri sehingga menimbulkan bau tak sedap.

Selain itu konstruksi sepatu flat umumnya memiliki vamp rendah dan terbuka, hal ini membuat sirkulasi udara lebih lancar dan menjaga sepatu dalam keadaan kering. Meskipun demikian bukannya tidak mungkin dalam situasi tertentu pengguna sepatu flat harus memakainya seharian penuh dengan aktivitas yang tinggi, maka kemungkinan munculnya bau tak sedap pun bisa terjadi.
Situasi tersebut tidak hanya membuat pemiliknya merasa kurang nyaman, tetapi j…

Sepatu Flat Jadi Pilihan Wanita

Disukai karena flat bisa digunakan di berbagai kesempatan
Sepatu flat wanita adalah sepatu yang paling disukai oleh para wanita. Dari banyaknya jenis sepatu yang bisa digunakan oleh wanita. Ada begitu banyak alas kaki yang bisa digunakan oleh para wanita, mulai dari sandal hingga sepatu. Penggunaan sepatu ini bisa untuk kegiatan sehari-hari, kegiatan santai hingga acara formal. Sepatu juga adalah bagian dari jati diri seorang wanita.

Untuk menjaga penampilan tetap menarik, sepatu ini akan dipilih sebaik mungkin. Selain pakaian dan tas, penggunaan sepatu merupakan salah satu bagian penting yang akan sangat diperhatikan saat membentuk suatu penampilan. Dalam perkembangannya, sepatu flat masa kini lebih banyak memiliki penampilan yang diaplikasi dengan berbagai model dan style sehingga nampak lebih menarik dan stylish dibandingkan dengan model-model flat di masa lalu.
Model Sepatu Untuk Wanita

Ada berbagai macam model sepatu yang bisa digunakan untuk wanita. Mulai dari sepatu yang bisa d…

Trend Sepatu Flat Bertali

Sepatu flat bertali yang kini jadi trend sudah dipakai prajurit Romawi sebelum tahun Masehi
Sepatu flat bertali merupakan style yang populer dalam dunia fashion menjelang dimasukinya tahun 2015. Sebelumnya model ini sudah dihadirkan pada fashion week  di kota-kota pusat mode dunia, hanya saja belum mendapat respon memadai dari penyuka fashion. Selama tahun 2015 model sepatu ini mulai menuai banyak perhatian, sampai memasuki tahun 2016 boleh dibilang sepatu flat bertali atau flat lace up mencapai puncak popularitas karena menjadi trend sepatu fashion.

Para desainer kemudian saling memacu kreativitas untuk mendesain flat bertali yang paling cantik, stylish dan tentu saja memiliki penampilan yang berbeda. Tetapi konstruksi dasar sepatu flat bertali ini yang terinspirasi oleh sepatu para prajurit Romawi kemudian berkembang tidak hanya berbasis pada jenis sepatu hak datar, melainkan memiliki bermacam jenis hak tinggi, mulai dari wedges sampai chunky heels.


Sepatu flat bertali atau flat lac…